Perselisihan Merek Dagang Outwear, Keen dan Eiger

Perusahaan produk outwear asal Amerika Serikat (AS) KEEN di bawah KEEN Inc, tidak terima ada seorang pebisnis Indonesia membuat produk outwear dengan merek yang serupa. Produk untuk aktivitas outdoor itu juga diperebutkan sampai ke pengadilan.

Masalah ini berawal Pada November 2015 lalu, saat itu KEEN Inc memandang KEEN punya pebisnis Tangerang, Bijak, tidak resmi dan KEEN Inc berasa jika Merek KEEN adalah Merek populer dengan produk outwearnya seperti sepatu, kaos kaki sampai tas, yang dipasarkan di beberapa negara.

Mereka juga ajukan tuntutan ke Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Pengadilan Niaga Jakpus) dan minta pengadilan menggagalkan pendaftaran merek KEEN dan KEEN Kids ‘made in’ Tangerang. Tentang hal KEEN Inc diwakilkan oleh kuasa hukum dari Hadiputranto, Hadinoto dan Partners.

Tapi tuntutan KEEN asal USA itu malahan gagal di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), pada 10 Maret 2016 kemarin. Majelis hakim memutuskan menampik Tuntutan Penggugat (KEEN Inc) oleh sebab Tuntutannya telah kedaluwarsa.

Tidak terima dengan keputusan itu, KEEN Inc ajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Di situ, KEEN Inc berjaya dan dimenangi oleh MA. Keputusan Kasasi itu diketuk pada 8 September 2016, dengan ketua majelis hakim agung Mahdi Soroinda Nasution.

“Merestui permintaan kasasi dari Pemohon Kasasi: KEEN, Inc itu,” bunyi keputusan kasasi bernomor registrasi 556 K/Pdt.Sus-HKI/2016, itu.

Bijak juga tidak terima dengan keputusan itu dan bentrokan ke-2 nya bersambung ke tingkat Inspeksi Kembali lagi (PK).

Apa kata MA?

“Merestui permintaan Inspeksi Datang dari Pemohon Inspeksi Kembali lagi ARIF, itu, Menggagalkan Keputusan Mahkamah Agung Nomor 556 K/Pdt.Sus-HKI/2016 tanggal 8 September 2016,” putus Ketua Majelis PK, hakim agung Yakup Ginting, dalam keputusannya yang didapat

Tentang hal PK itu diwujudkan dengan alasan, jika tuntutan Penggugat (KEEN Inc) telah kedaluwarsa atau melalui waktu. Keputusan PK itu tercatat bernomor registrasi 167 PK/Pdt.Sus-HKI/2018.

Menyikapi keputusan itu, kuasa hukum Bijak, Kantor Pengacara DR.Turman M Panggabean, memandang keputusan itu telah selayaknya dan sudah penuhi rasa keadilan.

“Dan oleh sebab Merek KEEN dan KEEN KIDS punya Client Kami, sudah didaftarkan kembali lagi dan client kami sebagai pendaftar pertama di Indonesia, karena itu telah sepantasnya dan selayaknya Pendaftar merek KEEN dan KEEN KIDS yang dikerjakan registrasinya sesudah Client Kami, untuk hukum dan keadilan, benar-benar pantas untuk dihapus registrasinya dari daftar umum Merek, hingga tidak ada dualisme pemilikan Merek KEEN dan KEEN KIDS,” tutur kuasa hukum.

Pada akhirnya, PT Eigerindo Multi Produk Industri (MPI) memenangi kasasi penangguhan pendaftaran merek atas pemakaian EIGER pada tipe produk kaos kaki dan ikat pinggang.

Legal Manajer Eiger Handi Amijaya ngomong kasasi yang dimohonkan Budiman Tjoh ditampik Mahkamah Agung pada 18 Juni 2020, dan memutuskan Ronny Lukito sebagai pemegang hak merek dagang EIGER dan CEO PT Eigerindo MPI kembali lagi memenangi perselisihan merek.

“Ini diutamakan untuk tipe barang kaos kaki dan ikat pinggang, dengan catatan tak pernah ada permasalahan untuk tipe produk kami lainnya. Majelis Hakim memerintah Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia untuk melakukan penangguhan merek EIGER atas nama Budiman Tjoh,” tutur Handi dalam info resminya, Rabu (8/7).

Sejauh ini, PT Eigerindo MPI tidak bisa memakai merek EIGER pada dua produk, yakni kaos kaki dan ikat pinggang. Ini karena faksi Budiman mendaftar EIGER selaku merek kaos kaki dan ikat pinggang.

Ayied Muhammad Riduan

Advertorial Blogger Banua - Saya memiliki beragam blog/website yang siap menerima Placement, Blogpost, Review Produk dan lainnya. Jika berminat bekerjasama dengan saya bisa menghubungi saya melalui email ayiedmr@gmail.com dan WA 082154295557

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *