Obat Herbal Keracunan Jengkol

Keracunan jengkol disebut juga djenkol bean poisoning, djenkolism, jengkoleun, atau jengkolan.

Khasiat jengkol antara lain memperlancar proses buang air besar, mencegah penyakit diabetes, sebagai pestisida alami pembasmi walang sangit pada tanaman padi. Petai dan jengkol juga mengandung asam amino dan sulfur (belerang) yang dapat membunuh dan menghambat pertumbuhan hama.

Ekstrak air kulit buah jengkol digunakan sebagai larvasida untuk mencegah penyakit demam berdarah, herbisida alami untuk mengendalikan gulma di sawah tanpa menghambat pertumbuhan padi.

Daun jengkol berkhasiat untuk terapi bisul, eksim, kudis, dan luka. Kulit buah jengkol dipakai untuk obat borok. Untuk terapi eksim dipakai sekitar sepuluh gram daun kering. Bakarlah. Abu diseduh dengan dua gelas air panas, lalu disaring. Hasil saringan dipakai mencuci bagian yang sakit. Ekstrak kulit jengkol juga berpengaruh terhadap mertalitas (kematian) jentik nyamuk.

Epidemiologi

Jengkol memang mengundang selera sebagai teman makan, bahkan dapat dibuat emping, rendang, semur jengkol, goreng jariang (masakan jengkol ala Minang), balado jengkol, dan sebagainya. Namun, bila berlebihan, tentu menyebabkan keracunan. Jengkol relatif beracun, karena mengandung djenkolic acid, suatu asam amino penyebab djenkolism (keracunan atau intoksikasi jengkol). Keracunan jengkol juga disebabkan oleh sumbatan saluran kemih akibat presipitasi atau pengendapan kristal asam jengkol.

Keracunan jengkol lebih dominan pada pria dibandingkan wanita dengan rasio pria : wanita = 9 : 1. Keracunan jengkol tergantung kerentanan dan daya tubuh seseorang. Jadi, tidak semua pemakan jengkol akan keracunan. Sensitivitas seseorang terhadap jengkol berbeda-beda. Ada yang langsung sakit setelah mengonsumsi satu setengah jengkol seberat lima belas gram, sedangkan lainnya bahkan hingga sepuluh jengkol atau lebih baru sakit atau muncul gejala keracunan.

Potret Kllinis

Keracunan jengkol ditandai bau khas jengkol (atau dapat juga berbau sulfur) dari napas, mulut, dan air seni penderita, disertai nyeri perut, muntah. Kemudian muncul nyeri hingga rasa sakit (kolik) di pinggang, mirip gejala batu ginjal. Gejala selanjutnya adalah Nyeri saat berkemih atau kencing. Bisa saja penderita keracunan jengkol mempunyai Air seni berwarna merah karena disertai darah akibat pendarahan ginjal.

Umumnya, keluhan muncul dalam 5-12 jam setelah makan jengkol. Keluhan tercepat dirasakan dalam 2 jam, dan paling lama dirasakan dalam 36 jam sesudah makan jengkol. Keracunan jengkol menyebabkam nyeri hebat dan tidak teratur, encok, gangguan berkemih, dan gagal ginjal akut. Kondisi ini terutama dialami oleh pria.

Keracunan jengkol sering dijumpai di Jawa Barat. Timbulnya keracunan jengkol dipengaruhi oleh keasaman urine, sensitivitas terhadap asam jengkol, dan kemungkinan jumlah jengkol yang dimakan. Makin banyak jengkol yang dikonsumsi, makin rendah pH darah dan urine.

Solusi Darurat

Bila gejala ringan (muntah dan sakit pinggang), penderita tidak perlu dirawat, hanya perlu banyak minum air, serta diberikan natrium bikarbonat.

Bila gejala berat hingga sangat berat (kencing sedikit atau sulit, kencing berdarah, tak bisa kencing, atau tak bisa minum), penderita secepatnya dibawa dan dirawat di RS.

Bila kencing sedikit tanpa gagal ginjal akut, tidak perlu pembatasan diet.

Bila tidak dapat kencing, dokter akan merestriksi cairan dengan infus dekstrosa 5-10% selama empat sampai delapan jam. Bila setelah delapan jam belum teratasi, dokter akan melakukan dialisis peritoneal. Antibiotik diberikan bila ada infeksi sekunder.

Obat Herbal Keracunan Jengkol

Ada banyak ramuan herbal untuk mengatasi keracunan jengkol. Misalnya, kupaslah buah pepaya muda, cucilah sampai bersih, lalu parutlah. Tambahkanlah setengah gelas air matang, berilah garam secukupnya. Minumlah ramuan tersebut hingga gejala mereda dan menghilang.

Cara lainnya, siapkanlah dua sendok teh serbuk kopi, satu sendok makan putih telur, dan dua sendok makan madu murni. Campurlah semua bahan itu dan aduklah sampai rata. Lalu, seduhlah dengan segelas air panas. Minumlah dua kali sehari selagi hangat dengan dosis setengah gelas untuk sekali minum.

Obat-obatan herbal lain untuk keracunan jengkol bisa dibeli pada toko herbal, toko obat ataupun apotek. Obat herbal ini tidak memerlukan resep dokter. Apabila penderita tidak bisa bepergian maka bisa menggunakan jasa Apotek 24 Jam untuk membeli obat herbal keracunan jengkol secara online.

Selain itu, daun kaki kuda (pegagan, antanan) dapat mengatasi keracunan jengkol sebelum dibawa ke dokter atau rumah sakit. Caranya, ambil sepuluh hingga lima belas daun kaki kuda, rebuslah hingga mendidih dengan tiga gelas air sampai tersisa satu setengah gelas, saring, lalu minum.

Ayied Muhammad Riduan

Saya mengelola beberapa website/blog dengan berbagai niche yang terbuka untuk segala bentuk kerjasama. Kunjungi 𝗦𝗮𝘁𝘂𝗶𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹.𝗶𝗱 atau di No Telepon/WA 𝟬𝟴𝟮𝟭𝟱𝟰𝟮𝟵𝟱𝟱𝟱𝟳 untuk detail informasi layanan jasa lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *