Pelindungan Hukum Pada Pendayagunaan Konsultan HKI Terdaftar

A. Latar Belakang Permasalahan

Pendayagunaan Konsultan HKI terdaftar di saat saat ini mulai ramai, hal itu tidak lain sebab memiliki prospek keuntungan besar yang akan didapatkan jika menggunakan merek populer daripada memakai brand-nya sendiri. Apa lagi di saat kritis ekonomi yang berkelanjutan seperti waktu saat ini, banyak produsen yang mengakali dengan mengombinasikan beberapa barang bermerek yang asli yang bajakan, sebab bajakan itu secara fisik betul-betul serupa yang asli.

Banyak fakta kenapa banyak industri manfaatkan konsultan hki terdaftar untuk produk-produknya, diantaranya ialah supaya gampang dipasarkan, disamping itu konsultan hki terdaftar tidak perlu repot mengurusi nomor registrasi ke Dirjen HaKI atau keluarkan uang juta-an rupiah untuk membuat citra produknya (citra merek). Mereka tak perlu ribet repot membuat seksi penelitian dan peningkatan agar bisa hasilkan produk yang terus terbaru, sebab mereka tinggal menyontek produk seseorang dan untuk marketingnya umumnya “bandar” yang siap untuk terima produk tiru itu. Secara ekonomi benar-benar manfaatkan merek populer datangkan keuntungan yang lumayan besar dan bukti di lapangan menunjukkan hal itu, disamping itu disokong oleh daya membeli customer yang ngepas tapi pengin tampil trendy.

Beberapa produk bermerek (luxrury good) asli tetapi palsu (aspal) seperti pakaian, celana, jaket dan bermacam accessories yang lain benar-benar gampang didapatkan dan diketemukan di beberapa kota besar, peredarannyapun semakin makin tambah meluas dimulai dari kaki lima sampai pusat pertokoan berprestise. Salah satunya daya magnet dari produk bermerek palsu benar-benar berada pada harga yang paling murah

B. Analisis Permasalahan

Dari beberapa hal yang sudah dirinci dalam background tersebut bisa disaksikan jika banyak persoalan disekitar hak atas kekayaan cendekiawan terutamanya berkenaan merek, meskipun sudah ada undang-undang yang mengendalikan namun pada faktanya masih tetap berlangsung penyelewengan-penyimpangan, walau sebenarnya adanya hukum diinginkan terbentuknya satu kejelasan dan keadilan untuk semua.

Berdasar paparan di atas karena itu penulis melakuan analisis permasalahan seperti berikut :

Bagaimana pelindungan pada merek populer ?.
Bagaimana pelindungan untuk customer pada pendayagunaan merek populer oleh industri ?.
Apa Hukum Positif yang ada memberi pelindungan untuk merek populer sesuai konvensi-konvensi Internasional yang sudah diratifikasi ?

C. Tujuan dan Arah

Pengerjaan makalah ini diinginkan bisa membuat bertambah khasanah ilmu dan pengetahuan dan bisa dan dapat memeberikan faedah untuk dunia ilmu dan pengetahuan hukum.

Selain itu secara eksklusif sesuai rumusan persoalan, arah dari pengerjaan makalah ini ialah :

Untuk mengenali bagaimana pelindungan pada merek populer yang dikerjakan oleh kelompok industri.
Untuk mengenali bagaimana pelindungan pada customer pada perlakuan industri yang manfaatkan merek-merek populer.

Untuk mengenali seberapa jauh konvensi-konvensi Internasional yang sudah diratifikasi dan jadi hukum positif di Indonesia memberi pelindungan dan keadilan pada customer.
BAB II

TINJAUAN TEORI

Satu merek untuk produsen barang atau layanan penting, sebab berperan untuk membandingkan di antara barang atau layanan satu yang yang lain dan berperan selaku sinyal untuk membandingkan asal mula, citra rekam jejak atau bonafiditas antara perusahaan yang satu yang yang lain yang semacam. Untuk customer dengan semakin bermacamnya barang dan layanan yang ada dipasaran lewat merek bisa dijumpai kualitas dan asal mula dari barang itu.

Secara yuridis pemahaman merek tertera dalam pasal 1 ayat (1) UU No. 15 tahun 2001 yang mengeluarkan bunyi :

“Merek ialah sinyal yang berbentuk gambar, nama, kata, huruf-huruf, beberapa angka, formasi warna, atau gabungan dari beberapa unsur itu yang mempunyai daya pembanding dan dipakai dalam aktivitas perdagangan barang dan layanan”.

Merek memberi peranan untuk membandingkan satu produk dengan produk lain dengan memberi sinyal, sama seperti yang diartikan pada Pasal 1 Undang Undang Merek (Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001). Sinyal itu harus mempunyai daya pembanding dan dipakai dalam perdagangan barang atau layanan. Dalam praktiknya merek dipakai untuk membuat kesetiaan customer.

Hak atas Merek ialah hak terbatas yang diberi Negara ke pemilik merek yang tercatat dalam Daftar Umum Merek untuk periode waktu spesifik memakai sendiri merek itu atau memberikan izin ke seorang atau sebagian orang secara bersama atau tubuh hukum untuk memakainya.

Ayied Muhammad Riduan

Saya mengelola beberapa website/blog dengan berbagai niche yang terbuka untuk segala bentuk kerjasama. Kunjungi 𝗦𝗮𝘁𝘂𝗶𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹.𝗶𝗱 atau di No Telepon/WA 𝟬𝟴𝟮𝟭𝟱𝟰𝟮𝟵𝟱𝟱𝟱𝟳 untuk detail informasi layanan jasa lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *