Istilah – Istilah Tambang Batubara yang Paling Sering Digunakan

Seperti yang kita ketahui, bahwa batubara merupakan salah satu komoditas hasil kegiatan dari sebuah pertambangan. Batubara hasil kegiatan dari pertambangan tersebut menjadi sebuah produk yang nantinya akan kembali dipasarkan. Perdagangan ini sama seperti perdagangan pada umumnya, transaksi komoditas batubara merupakan kesepakatan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak, pembeli maupun pihak penjual.

Transaksi tersebut seringkali terdapat spesifikasi khusus yang disyaratkan pembeli kepada penjual terkait dengan kualitas batubara. Mengenai kualitas batubara, ada terdapat beberapa istilah dalam basis penilaian analisis produk batubara sehingga nantinya ada akan persamaan persepsi antara si pembeli dan si penjual terhadap produk batubara yang akan ditransaksikan.

Nah, pada kesempatan kali ini kami ingin membahas beberapa istilah-istilah tambang batubara yang paling sering digunakan. Simak pembahasannya dibawah ini:

A

Availability : Kesiapan sebuah unit untuk dapat beroperasi.

Accident : Sebuah kejadian yang tidak diinginkan yang dapat menimbulkan sebuah kerugian baik manusia, peralatan dan juga lingkungan.

B

BCM : Singkatan dari Bank Cubik Meter, meter kubik ditempat atau meter kubik padat.

BOE : Barrel of Oil Equivalent atau yang disingkat dengan BOE. 1 BOE dapat disebut setara dengan 0.2004 ton batubara.

Bund Wall : Sebuah tanggul Pengaman.

Berm : Sebuah tanggul atau dinding teras yang terbentuk secara alami oleh alam.

Bowplank : Sebuah patokan acuan untuk pembentukan slope.

Boundary/Stripping : Batas terluar dari desain tambang atau batas luar dari penambangan.

Backlog : Pemeriksaan suatu unit apabila ditemukan adanya sebuah kerusakan.

Break down : Istilah pada suatu alat atau suatu unit yang tidak dapat berfungsi lagi diakibatkan kerusakan dari system unit tersebut.

Burden : Suatu jarak antar baris lubang tembak pertama dengan bidang bebas atau jarak antar baris lubang tembak.

Blasting : Adalah proses suatu pemberian material (rock loosening) yang digunakan untuk memanfaatkan energi ledak hasil dari reaksi bahan-bahan peledak yang telah dipasangkan dan dirangkai dengan didasarkan suatu aturan tertentu.

C

Clay : Tanah yang lempung.

Cycle Time : Waktu edaran yang diperlukan oleh suatu unit untuk melakukan satu siklus atau perputaran waktu kerja.

Cleaning Coal : Kegiatan yang dilakukan untuk membersihkan pada permukaan lapisan batubara dari material overburden, sisipan, dirty coal, fines coal dan material lain non batubara.

Coal Getting : Proses pengambilan batubara yang siap untuk di muat.

Crusher : Sebuah mesin penghancur batubara sehingga menjadi butir-butiran kecil sesuai dengan permintaan dari pasaran.

Clinometer : Sebuah alat untuk mengukur suatu sudut dari titik atau hasil dari pembentukan slope.

Crest : Kepala dari slope atau bagian atas dari slope.

Crest Toe : Pertemuan antara bagian kepala dan bagian kaki slope.

Cannibal Component : Proses pemindahan component dari satu equipment ke equipment lainnya dengan tujuan untuk menekan suatu angka break down pada satu equipment.

Check/Time Sheet : Sebuah lembaran Form yang berisi sebuah daftar komponen yang harus di cek.

Clean Up Lokasi Drilling : Suatu kegiatan untuk meratakan dan juga membersihkan (biasanya oleh light dozer) lokasi drilling sehingga suatu unit dapat melakukan aktivitas pemboran.

Clearing : Suatu kegiatan pembersihan pada permukaan tanah dengan cara membersihkan tumbuhan atau bangunan-bangunan sebagai langkah awal sebelum melakukan pengupasan lapisan penutup batubara.

Coal Isopach : Isopach batubara yaitu garis-garis yang dapat menghubungkan antar titik-titik yang mempunyai ketebalan lapisan batubara yang sama.

Coal Measures : Yaitu sebuah lapisan batubara yang sangat luas yang mengandung satu atau lebih lapisan batubara.

Coal Ply : Yakni bagian dari lapisan batubara yang terpisah dengan bagian yang lainnya diatas atau dibawahnya karena adanya lapisan batuan (parting atau band).

Coal Seat : Sebuah lempung dibawah lapisan batubara, juga berarti lapisan tanah yang banyak mengandung akar-akar tumbuhan yang terdapat di bawah lapisan batubara tersebut.

Coal Series : Yakni suatu urutan dari beberapa tahapan tahapan proses pembentukan batubara dengan peringkat yang semakin tinggi akibat naiknya metamorfosa.

Coal Smut : Yaitu lapisan batubara yang retak yang diakibatkan pelapukan dan oksidasi karena muncul dekat pada permukaan, jadi sama dengan coal blossom dan singkapan batubara.

D

Disposal : Suatu tempat atau lokasi yang telah dirancang atau direncanakan untuk menampung sebuah material buangan overburden dari tambang.

Dip : Suatu kemiringan pada lapisan batuan (pasir, clay dan juga batubara).

Down Dip : Yaitu sejajar atau searah dengan kemiringan pada lapisan batubara atau bahan galian

Down Slope : Yaitu suatu permukaan pada tanah antara proyeksi singkapan batubara paling dalam yang sedang ditambang dengan lantai batuan dibawah singkapan tersebut.

Down Line : Yaitu suatu waktu yang terbuang untuk alat-alat berat (waktu yang tidak produktif).

Digging : Pengaliran pada batubara.

Direct Digging : Suatu penggalian secara langsung tanpa di ripping terlebih dahulu.

Dirty Coal : Sebuah batubara yang telah bercampur dengan material overburden atau sisipan.

Design Map : Peta rancangan (desain) penambangan yang akan menjelaskan daerah atau area yang akan ditambang sesuai periode yang telah ditentukan.

Drill Design : Suatu dokumen yang akan menjelaskan mengenai pola pemboran, jumlah lubang bor, dimensi pemboran.

E

End Wall  : Suatu dinding atau batas akhir dari penambangan. Biasanya terdapat diujung daerah lokasi penambangan.

Expose : Lapisan batubara yang masih fresh (segar/baru) yang terbuka oleh karena adanya pengupasan pada overburden di atas atau di samping bagian lapisan batubara tersebut.

F

Floor : Bagian bawah dari bagian lapisan batubara.

Front Loading : Sebuah titik lokasi pengambilan batubara yang telah siap dimuat ke unit Dump Truck/alat hauling.

Frame Disposal : Bagian terluar dari setiap level disposal yang berfungsi sebagai counter pada bagian tengah disposal.

Fines Coal : Sebuah batubara yang berukuran sangat kecil (halus), terjadi karena adanya penghancuran oleh unit yang bekerja di atas lapisan batubara tersebut.

Fine Coal Trap : Sebuah tempat untuk menampung dan memisahkan antara batubara yang halus dengan air.

Fatal Accident : Kecelakaan yang dapat mengakibatkan kematian dalam kurun waktu 1 x 24 Jam setelah kecelakaan itu terjadi.

Follow up P2H : Sebuah kegiatan untuk menindak lanjuti sebuah problem yang sudah tertulis di dalam laporan P2H.

G

General Work : Pekerjaan yang bersifat umum untuk mensupport pekerjaan tambang.

Grade : Kualitas (batubara) berdasarkan terutama pada kandungan belerang dan abu serta serta jenis abunya. Menurut kualitas, kualitas batubara terbagi menjadi tiga yakni tinggi, sedang dan rendah.

H

Hauling Road : Sebuah jalan untuk mengangkut OB dan juga Batubara, OB ke bagian disposal dan batubara ke bagian port site.

High Grading : Sebuah cara penambangan batubara dengan mengambil batubara yang berkualitas tinggi dan meninggalkan batubara yang kurang berkualitas.

I

Induksi K3LH : Suatu metode atau sistem untuk menyampaikan atau menjelaskan mengenai suatu Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3&LH) dan aturan aturannya.

Investigasi : Suatu penyelidikan faktor dasar yang menyebabkan kecelakaan dan melakukan suatu tindakan perbaikan.

Inspeksi Awal : Suatu inspeksi kontaminasi sebelum melakukan aktivitas yaitu pada awal shift atau unit yang telah selesai dalam perbaikan.

J

Joint Survey : suatu kegiatan pengukuran dan pengambilan data bersama antara Kontraktor dengan customer.

K

Kontaminasi : Terbawanya bahan-bahan material non batubara ke dalam Crushing Plant

L

LCM/Loose Cubic Meter : Meter kubik dalam tanah gembur.

Loading : Pemuatan, biasanya yang di muat adalah OB dan juga Coal.

Land Clearing : Pembersihan suatu areal pertambangan menggunakan A2B dari semak belukar atau pohon-pohon yang berdiameter kecil sampai besar untuk persiapan penambangan.

Limbah Repair : Suatu material-material yang tidak digunakan lagi akibat suatu proses service dan juga repair.

Low Ash Coal : Sebuah batubara yang mengandung kadar abu rendah.

Low Grade Coal : Kualitas batubara yang bermutu rendah, yaitu batubara yang pemanfaatannya terbatas karena abu tinggi, nilai kalori rendah, kadar belerang tinggi, kadar air tinggi dan lain sebagainya.

M

Misfire : suatu peledakan yang mangkir dan harus diledakkan kembali.

Mud : Sebuah lumpur.

Mud Pond : Sebuah kolam penampungan lumpur.

Mine Run Coal : Batubara yang sudah di tambang termasuk batubara yang telah diangkut dan ditumpuk di tempat penumpukan sebelum digerus atau diolah lebih lanjut.

Mechanical Availability : Kesiapan suatu unit secara mekanik dan juga mesin.

Mine Design : Peta atau desain tambang yang dapat menjelaskan lokasi pekerjaan tambang dalam periode yang telah ditentukan.

Mine Plan : suatu bagian dari Engineering Department yang aktivitasnya dapat berfungsi dan bertanggung jawab terhadap pembuatan dan pengendalian dokumen perencanaan tambang baik setting target produksi maupun desain untuk penambangan.

N

Near Miss : Suatu kejadian yang hampir menyebabkan terjadinya kecelakaan yang tidak menimbulkan Lost Time Injury dan Property Damage, tetapi perlu diadakan tindakan perbaikan.

Native : Suatu batubara yang asli dan masih (alami) yang berada di dalam kerak bumi dan sering diartikan juga sebagai batubara yang terbentuk atau terdapat di tempat dimana tumbuhan asalnya tumbuh.

O

Overburden Fill : Sebuah kupasan tanah penutup dari lapisan batubara yang digunakan untuk pengurugan (reklamasi) lahan yang akan digali untuk penambangan batubara.

Overburden Isopach : Yaitu suatu garis sama tebal, yakni garis (kontur) yang menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketebalan tanah penutup yang sama.

Overburden Ratio : Yakni suatu perbandingan antara tanah penutup dengan batubara.

P

PIT : Sebuah lokasi untuk penambangan.

Pit Room : Merupakan sebuah blok batubara yang telah dipersiapkan sebagai cadangan tempat produksi dari batubara (tambang dalam) yang dioperasikan bila terjadi hambatan pada blok produktif aktif.

Parting : Yaitu suatu lapisan tanah atau batuan yang relatif tipis dibandingkan dengan tebal batubara yang terdapat di dalam lapisan batubara.

Ponton : Suatu sarana angkutan lewat sungai atau laut.

Produksi : Sebuah jumlah produksi atau hasil kerja unit persatuan waktu (per shift/perhari/perbulan/pertahun).

R

Ripping : Penggaruan/Pemberian/Loosening material dengan menggunakan Alat Berat, biasanya yang digaru yaitu OB.

ROM (Run of Mine ) : Sebuah tempat penyetokan batubara yang belum dimasukkan ke tempat crusher atau mesin penghancur batubara.

ROM Stockpile : Suatu proses penumpukan batubara yang telah diatur menurut aturan tertentu dan dapat dilakukan di tempat tertentu.

Re-Induksi : Suatu sistem untuk mereview informasi Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3&LH) baru maupun revisi.

Road Maintenance : Sebuah peralatan jalan yang meliputi : grading, compacting, bund wall, dll.

S

Sub Soil : Suatu lapisan tanah antara top soil dan juga overburden (lapisan tanah inti).

Sandstone : Batu pasir.

SR (Strpping Ratio) : Suatu ratio atau perbandingan antara overburden yang telah dikupas dengan bahan galian (coal, dll) yang telah didapat.

Spontaneous Combustion : Terbakarnya suatu batubara baik dalam kondisi in situ maupun dalam stock ROM yang dikarenakan sebuah kondisi yang lembab dan juga panas.

Survey Monthly Progress : Suatu survei pengukuran hasil dari pelaksanaan pekerjaan produksi di lapangan atau tambang yang dilakukan pada setiap akhir periode.

Survey Original : Suatu survei yang dilakukan untuk memetakan Topografi lokasi awal sebelum dilakukan penambangan batubara.

Survey Progress : Suatu survei yang dilakukan untuk mengetahui kemajuan dari penambangan yang telah dilakukan.

Survey Final : Suatu survei yang dilakukan untuk mengetahui berapa volume akhir (Coal dan juga Overburden) yang telah ditambang.

Slope : Suatu kemiringan dari suatu lereng yang sudah dibuat.

Slope Stability : Suatu tingkat kemantapan atau kestabilan lereng.

Strike : Arah penyebaran dari lapisan batubara.

Safety Officer : Orang yang mempunyai suatu keahlian dan pengetahuan dalam bidang Keselamatan, Kesehatan Kerja dan lingkungan Hidup atau yang disebut dengan K3 dan LH.

Settling Pond : Suatu kolam Pengendapan.

Sub Soil : Sebuah tanah di bawah lapisan dari Top Soil.

Sump : suatu tempat yang paling rendah (semacam kolam yang kecil) dalam tambang (tambang dalam atau tambang terbuka) untuk menampung air dan dari tempat itu air dipompakan untuk keluar tambang.

T

Toe : Sebuah kaki Slope.

Top Soil : Suatu lapisan tanah yang paling atas (pucuk atau humus).

Tangki Stock : Sebuah tempat penampungan minyak solar.

U

Utilisasi : Suatu jam yang digunakan pada keadaan alat atau unit yang siap dioperasikan

Unit Prioritas : Unit (equipment) yang sangat diprioritaskan dalam kegiatan operasi dan juga unit yang breakdown dengan posisi mengganggu kegiatan operasi.

Unschedule Service : Suatu service yang dilakukan diluar dari sebuah rencana service yang tidak dijadwalkan karena adanya kerusakan unit di lapangan.

W

Waste Dump : Nama lain dari Disposal.

Y

Yearly Target : Sebuah target produksi yang diminta untuk direncanakan oleh Customer, yaitu berupa tabel jumlah atau besaran produksinya dalam periode satu tahun.

Demikian pembahasan kami mengenai istilah istilah tambang batubara yang paling sering digunakan, jika ada kesalahan maupun kekurangan ada baiknya Anda berkomentar di bawah dengan baik dan sopan.

Ayied Muhammad Riduan

Advertorial Blogger Banua - Saya memiliki beragam blog/website yang siap menerima Placement, Blogpost, Review Produk dan lainnya. Jika berminat bekerjasama dengan saya bisa menghubungi saya melalui email ayiedmr@gmail.com dan WA 082154295557

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *